Website vs Media Sosial

Socia Media Fatigue

Media-media online dengan berbagai bentuknya terus bermunculan. Tapi website tetap saja relevan, berperan dan menentukan dalam belantara digital yang makin riuh dan jenuh ini. Banyak upaya bisnis dan pemasaran semakin sibuk dengan aneka medsos yang makin atraktif dan meninggalkan website yang sejatinya masih ampuh dan handal.

Bermedsos tanpa basic website yang memadai ibarat suka bertamu ke rumah-rumah orang tapi abai dengan istana sendiri. Suatu ketika pintu mereka tutup lalu tersadar betapa penting memiliki dan mengurus rumah sendiri. Kesadaran yang terlambat, sepatutnya sejak dini uruslah dengan baik rumah website itu.

Social media is free to use but there is a cost to optimize. A big cost!

Membuat dan memiliki akun-akun media sosial memang gratis. Tapi ada biaya besar bila mau hasil optimal! Biaya SDM social media specialist, riset, produksi konten, iklan, aneka tools, waktu, rapat-rapat koordinasi dengan tim lain, dan lain-lain.

Setelah semua upaya itu berhasil, tiba-tiba sang pemilik platform media sosial begitu saja mengubah algoritma permainan. Semua pemain dipaksa belajar ulang dan memulai lagi perlombaan dari awal. Begitu seterusnya dan selalu demikian bukan?

Lantas, apakah salah bermain-main di media sosial? Tidak juga. Ini catatan pentingnya. Pertama, miliki sumber daya yang cukup besar untuk mengurus website dan media sosial sekaligus. Kedua, pahami strategi membangun sinergi antar keduanya, misal website sebagai hub dan medsos itu spokenya.

Bagaimana bila sumber dayanya terbatas?

Utamakan website, urus media sosial setelahnya.

 

* * *

 

Kursus Gratis Membuat Website